Kamis, 03 Desember 2015

Pertemuan

Malam ini begitu dingin, musim hujan baru saja datang. Setengah sadar kudengar ada yang mengetuk pintu. Perlahan kubuka pintu untuk melihat siapa yang datang. Seorang ibu berbaju putih berdiri dengan dua anaknya. Dia memintaku untuk mengajari kedua anaknya membaca Al-Qur’an. Tampaknya mereka kembar.
Karena rumahku bersebelahan dengan mushola langsung saja kuajak mereka kesana. Setelah mengajari mereka aku pun beristirahat sebentar, meluruskan kaki. Mereka pun pulang. Tak lama terdengar langkah kaki, ternyata mbah Darmono.
“Tumben shubuh-shubuh mas Arif sudah di mushola.” Sapanya.      
“Eh?” Mataku kukucek melihat jam.
Esoknya badanku masih menggigil. Pikiranku belum tenang. Badanku kubawa dengan lunglai menuju kamar mandi. Airnya dingin, sedingin es. Tak lupa kuseduh teh hangat setelah mandi. Kemudian bersiap kuliah pagi ini.
Di kelas tak ada yang masuk otakku. Pikiranku tak fokus. Setelah selesai kuliah kulangkahkan kaki menuju perpustakaan. Tak ada yang menarik. Ku baca di mading ada bazar buku. Di pusat kota.
Sepi. Sudah kuduga bazar buku tak seramai pameran elektronik maupun gadget terbaru yang rilis perdana. Beberapa buku kubaca sampul depan dan belakangnya, sambil jongkok.
“Sekarang ini jarang lho ada cowok yang suka baca buku.” Sapa seorang cewek cantik.
Aku berdiri, masih memegang buku yang tadi.
“Bener banget. Aku ke sini juga cuma cari kenalan cewek yang suka baca buku.” Candaku.
“Aku ke sini juga cuma cari kenalan cowok yang cari cewek yang dikiranya suka baca buku.” Balasnya.